oleh

Kejari Subang Kumpulkan Data Penyimpangan Proyek TPA Panembong

SUBANGGuna kepentingan pengumpulan data dalam proses penanganan kasus penyimpangan pengerjaan Proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pekerjaan Umum (KPU) melalui Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Provinsi Jawa Barat, Kejaksaan Negeri Subang meminta para pihak terkait untuk menyerahkan dokumen proyek. Namun, hingga saat ini penyerahan data tersebut belum kunjung dipenuhi.

Seperti dituturkan Kepala Kajari Subang, Diding Kurniawan, S.H., dikantornya, bahwa dia sedang melakukan pengumpulan data, “mengenai penanganan kasus ini, kami sedang melakukan pengumpulan data. Tim kami pun sudah turun ke lapangan dan meminta agar pihak pelaksana proyek bisa sesegera mungkin menyerahkan data atau dokumen yang meliputi pengerjaan proyek itu, tetapi hingga saat ini, mereka belum juga memenuhinya. Kami akan terus menindak lanjuti kasus ini.” tuturnya.

Diketahui, pengerjaan proyek TPA sampah Panembong, yang berlokasi di Kelurahan Parung, Kecamatan/ Kabupaten Subang senilai Rp 6 miliar lebih yang seharusnya rampung 28 Desember 2012 lalu, hingga sekarang belum kunjung beres alias terbengkalai.

“Proyek-proyek, yang di kerjakan oleh kontraktor yang tidak bertanggung jawab, sehingga hasilnya malah amburadul karena pengerjaannya yang asal-asalan, dan salah satunya proyek TPA sampah. Untuk itu, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jabar sudah seharusnya melakukan Audit Investigasi, kami pun mendesak Kejari Subang agar menindaklanjuti dan menyeret para pelakunya hingga ke meja hijau,” tandas Ketua Umum LSM FMP, Asep Sumarna Toha alias Asep Batman di Posko Pusat FMP di Subang.

Seperti telah diberitakan Perak sebelumnya, Kajari Subang, Diding mengungkapkan, “mengenai penanganan kasus itu, beberapa pihak terkait sudah dipanggil sebagai saksi, dan mereka menerangkan, bahwa kendala belum terselesaikannya pengerjaan proyek TPA, karena lokasi proyek terkena bencana alam, bahkan kontraktornya telah mengajukan dana tambahan kurang lebih Rp 2 milyar hingga totalnya mencapai Rp 8 milyar rupiah. Proyek TPA yang menghabiskan dana 8 milyar itu, di kerjakan oleh PT. Nugraha Adi Taruna, tetap masih terbengkalai dan dibiarkan begitu saja.” Ungkapnya.

Produk dari konsultan dalam membuat sebuah perencanaan detail bangunan sipil seperti gedung, jalan, jembatan, bendungan dan sebagainya atau detail enginaring design (DED) Diskimrum Jabar, proyek tersebut adalah Peningkatan Kinerja TPA Panembong dengan nomor KU.08.08-PPLP.09/PPSP-02/L-11 tertanggal 16 Juli 2012, APBN tahun 2012 dan kontraktornya PT. Nugraha Adi Taruna yang ditandatangani Kepala Distarkimsih Kab. Subang, saat dijabat oleh Rachmat Faturrahman dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Agus Firmansyah, S.T.

Diduga, kontraktor atau pemborong proyek itu, bernama Yayan, adalah adiknya Wakil Ketua DPRD Subang, H. Oman Warjoman, ujarnya.

Konsultan, Deni di lokasi proyek mengatakan, “saya dari pihak kontraktor, hanya menemani caker (cara kerja), konsultan atasan saya dari PT. Jasakon pimpinan Edi, beralamat di Jalan Antapani, Bandung, pengerjaan proyek TPA ini seluas 4 hektar, akan diberi hamparan geo membrane dan pemasangan pipa HDP bahan besi, dilengkapi TPT batu bronjong per satu kubik batu, panjang sekira 180 meter dan tinggi 5 hingga 7 meter, serta dilengkapi pemasangan geo tekswopen, papan proyek sudah dipasang, tapi rusak kena angin, gambarnya juga rusak, proyek ini dikerjakan oleh PT. Nugraha Adi Taruna Jakarta.” paparnya.

Pelaksana Proyek TPA, Dedy mengatakan, bahwa di TPA itu harus dibangun sejumlah kolam, guna proses pengolahan lindi sampah, yang akan disalurkan ke saluran sungai permukiman masyarakat, menurut uji kelayakan, lindi yang akan dialirkan ke sungai, harus diuji dengan cara memasukan ikan ke kolam tersebut, jika ikan itu tidak mati, maka lindi tersebut sudah layak dialirkan, tuturnya.

 

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed