oleh

Kejaksaan Bantah SP3-kan Kasus MY

SUBANG – Penerbitan Sprindik Maman Yudia dalam dugaan kasus korupsi BP-PBB Kabupaten Subang yang belakangan santer hingga memjadi sorotan publik, yang mengakibatkan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat TB Hasanuddin geram bahkan seakan menantang kepada Kejari Subang untuk tidak mempolitisasi kasus terkait Maman Yudia.
N amun usai pernyataan keras TB Hasanuddin tersebut, justru tersiar kabar bahwa sprindik untuk Maman Yudia tersebut di-SP3-kan alias dihentikan oleh kejaksaan Negeri Subang. Akan tetapi kabar tersebut dibantah oleh Kasi Intel Kejaksaan Subang, Bagas Sassongko, S.H.
“Untuk perkara tersebut kami masih mengembangkan kasusnya dan telah memangil saksi-saksi,

proses sprindik itu tetap berjalan sesuai prosedur,” tegas Bagas.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Kasus korupsi Surat Keputusan (SK) Bupati tentang pembagian jatah insentif Biaya Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (BP PBB), sebelurnnya telah menjerat Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Subang Agus Muharam yang di vonis 1 tahun, man tan Bupati Subang Eep Hidayat di vonis 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider tiga bulan penjara serta harus mengembalikan uang hasil korupsi sebesar Rp2,548 miliar juga mantan Sekda Bambang Heryanto yang di vonis 1 tahun penjara tahun 2012 silam, kini kasusnya tengah dikembangkan kembali oleh Kejaksaan Negeri Subang (Kejari)

dengan mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru untuk penyidikan lebih lanjut.
Kepala Kejari Subang Chandra Yahya Welo melalui telpon selulernya, Serrin (17/10/2016) membenarkan telah menerbitkan Sprindik untuk pengembangan kasus tersebut.
” Kami minta watu 1 hingga 2 minggu untuk proses kasus ini. Pasti akan kami tuntaskan,” tegasnya. Senada dengan Kajari, Kepala Seksie Intelijen Kejari Subang Choky Hutapea, S.H., pun membenarkan soal penerbitan Sprindik untuk kasus PB-PBB tersebut.
“Untuk kasus PB-PBB, memang benar Kejari Subang mengeluarkan kembali Sprindik barn untuk mengembangkan kasus tersebut, Sprindik kembali lantaran peralihan Kasi Intel dan Kasi Pidsus yang baru, agar menjadi dasar, pengembangan penyidikan kasus PB-PBB,”ungkap Choky usai acara pisah sambut di Aula Kejaksaan Negeri Subang (18/10/2016).
Choky menambahkan, untuk tersangkanya masih sama seperti yang dahulu yaitu MY dan kini penyidikannya tengah dikembangkan. Saat Perak menyingung tentang penahanan MY, dikarenakan dari pernyataannya yang menyebut MY sudah menjadi tersangka, Choky akan komunikasi dengan kasi Intel baru.
“Kita masih kembangkan kasusnya dan masih dalam penyidikan, nanti saya pastikan lagi akan komunikasi dengan kasi Intel baru,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Maman Yudia membantah terlibat dalam proses lahirnya SK pembagian jatah BP PBB yang dikeluarkan Mantan Bupati Eep Hidayat. Bantahan itu disampaikan Maman, menyikapi isu yang tersiar terkait bocornya Sprindik Kejari Subang untuknya, tentang kasus yang telah menyeret mantan dunungannya itu. Dikutip dari rri.co.id, Maman terlihat sedikit berang saat dimintai komentarnya oleh wartawan, ia menegaskan tidak terlibat dalam proses lahirnya SK pembagian jatah BP PBB terse but.
“Saya tidak merasa memaraf dan menandatangani SK pembagian jatah BP PBB, coba lihat saja di berkas SK itu, ada gak paraf dan tandatangan Saya di sana,” ujar Maman.
la menyatakan, dalam kasus BP PBB tersebutkan sudah j elas, menjerat mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Subang Agus Muharam yang di vonis 1 tahun, mantan Bupati Subang Eep Hidayat di vonis 4 tahun penjara dan mantan Sekda Bambang Heryanto di vonis 1 tahun penjara. Ketiganya sebagai bidan lahirnya SK tersebut.
Maman juga menilai, dengan adanya kabar Sprindik ini syarat politis, karena isu itu digulirkan ketika dirinya kembali menjabat Ketua DPC PDIP.
“Ini j elas politis, dan pembunuhan karakter terhadap saya. Jika benar ada Sprindik tersebut, mengapa harus sekarang kasus ini digulirkan lagi, jelas ini ada indikasi politis, dan pembunuhan karakter bagi Saya pribadi,” tandas Maman.

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed