oleh

Kadisdukcapil Cimahi Tidak Beens Kerja, Ngomong Asal Bunyi

CIMAHI – K inerja Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi, Suryadi dinilai tidak becus dalam bekerja, hal ini diungkapkan oleh beberapa orang warga Kota Cimahi, yang salah seorangnya bemama Yadi, warga Cigugur Tengah, Kota Cimahi.

Menurut Yadi wajar kalau dia selaku warga Cimahi memberikan penilaian hal tersebut. Pasalnya hanya untuk sekedar merekam data, foto saja membutuhkan waktu sampai berbulan- bulan. Ia mengisahkan sekitar bulan September 2016 ia dan istrinya datang ke kantor Kecamatan Cimahi Tengah untuk membuat e­KTP , saat di kecamatan oleh petugas Yadi diberikan nomor antrian untuk bulan Oktober tanggal 19-2016.

Kemudian pada tanggal 19 oktober 2016 dia dan istrinya kembali datang ke Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. Namun saat itu salah satu petugas kecamatan menerangkan bahwa kondisi jaringan sedang rusak, pada akhirnya dia diberikan nomor antrian barn untuk tanggal 8 Desember 2016, saat itu istrinya sempat meminta kebijakan untuk direkam diri tidak terlalu lama, namun petugas di kecamatan tidak bisa berbuat banyak, karena memang antrian sudah cukup panjang, hal ini diungkapkan Yadi kepada Perak.
Mendengar keluhan tersebut, Perak mendatangi kantor Disdukcapil Kota Cimahi (26/10/2016), saat dikonfirmasi, Kadisdukcapil, Suryadi membantah hal tersebut.
“Masa untuk foto saja di Kecamatan Cimahi Tengah sampai berbulan- bulan, kayak orang hamil. Tidak benar hal tersebut,
anda jangan fitnah. Kalau di Kecamatan Cimahi Selatan memang benar, tapi di Kecamatan Cimahi Tengah tidak ada hal tersebut, bohong itu,” ungkap Suryadi kepada Perak.
Suryadi pun mempersilahkan Indra, Kasie yang mengurus tentang hal tersebut. “Ini Indra kasie yang mengurus tentang hal tersebut tanya sama dia, bukan paham -paham kamu,” ucap Suryadi dengan sedikit nada tinggi.
Saat yang bersamaan masuk ketempat tersebut, salah satu petugas Kecamatan Cimahi Tengah yang suka melayani pembuatan KTP di Cimahi Tengah, Budi. Menurut Budi bahwa memang benar untuk proses perekaman data, termasuk foto nomor antrian sampai berbulan- bulan, dikarenakan perharinya hampir 300 warga yang ingin membuat KTP, sementara yang bisa terlayani hanya kurang lebih 100 warga, itu pun sampai malam. ungkap budi kepadaPerak.

Suryadi menyerahkan kepada Kasie Indra untuk menyelesaikan masalah ini sambil meninggalkan tempat tersebut. Melihat sikap Kadisdukcapil yang asal ngomong saat dikonfirmasi, Perak berusaha mendatangi kantor Walikota Cimahi, namun walikota sedang tidak berada ditempat dan sampai berita ini diturunkan Perak belum berhasil menemui walikota.

Salah satu pemerhati pemerintahan Kota Cimahi yang juga warga Cigugur Tengah Kota Cimahi, saat dikonfirmasi tentang hal ini mengungkapkan pemerintah Kota Cimahi seharusnya dapat lebih meningkatkan pelayanan untuk proses pembuatan KTP, seperti menambah mesin perekam data, menambah waktu pelayanan diluar jam kerja. Dan untuk Kadisdukcapil hendaknya bersikap sebagai pelayan masyarakat yang baik, teliti lulu sebelum bicara, karena sengaja atapun tidak sengaja dengan kejadian hal ini, pihak walikota yang dirugikan, citra walikota yang dipertaruhkan.

Seolah- olah pembinaan dan pengawasan walikota terhadap bawahannya yang dalam ha! ini adisdukcapil dinilai kurang. Lepas dari semua hal yang ada, seorang kepala dinas adalah pegawai negeri sipil yang salah satu fungsinya adalah pelayan masyarakat, berikanlah pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, pungkas Heni kepada Perak.

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed