oleh

Guru di Purwakarta Memakai Sarung Peringati Upacara Hari Guru Nasional

PURWAKARTA – Tata upacara bendera dalam memperingati Peringatan Hari Besar Nasional sudah memiliki aturan yang baku. Tetapi, Kabupaten Purwakarta menerapkan keunikan tersendiri tanpa mengubah susunan acara dalam upacara tersebut.

Seperti terlihat dalam upacara Peringatan Hari Guru Nasional di beberapa Alun-alun Kecamatan di Kabupaten Purwakarta, seluruh unsur dalam upacara tersebut baik peserta maupun pembina tampak mengenakan kain sarung yang baru-baru ini ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta sebagai pakaian resmi pelajar dan pegawai setiap hari Jum’at.

“Kali ini kebetulan jatuhnya pada hari Jum’at, jadi kami sarungan saja saat upacara,” kata Purwanto selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purwakarta saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Berdasarkan pantauan Perak di Alun­alun Kecamatan Plered, terlihat petugas pengibar bendera Merah Putih pun mengenakan kain sarung sambil melakukan langkah tegap untuk mengerek bendera. Fenomena ini pun sempat mengundang perhatian masyarakat setempat.
Hendra (38) warga asal Cibogo Hilir
Plered misalnya, menuturkan keheranannya, awalnya dia mengira bahwa peserta upacara tersebut adalah para santri yang tengah berkunipul, setelah ia dekati temyata mereka adalah para guru, ia berkesimpulan seperti itu karena mengenal seragam khas PGRI, organisasi yang menaungi para guru secara profesi.

“Tadi kebetulan lewat, saya kira ada parade santri, setelah mendekat, eh temyata para guru mau upacara, suasana bagus, adem seperti di Pesantren,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang buah tersebut.

Suasana pesantren pun dirasakan oleh Dedi (39), Guru di SD Warung Kandang Plered ini mengatakan ini merupakan kali pertama upacara Peringatan Hari Guru dilaksanakan dengan menggunakan kain sarung selama dirinya bertugas menjadi pendidik.

“B e da dari tahun-tah un sebelumnya Pak, Alhamdulillah, jadi seperti Kiai yang sedang berbaris,” katanya sambil tersenyum.
Penggunaan kain sarung setiap hari Jum’at ini pertama kali dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016 yang lalu. Pelajar dan Pegawai laki-laki diharuskan mengenakan kain sarung sementara bagi perempuan diminta mengenakan busana yang sesuai. Non muslim pun diminta untuk menggunakan pakaian yang melambangkan nilai spiritual dari agama yang mereka anut.

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed