oleh

Denyut Arus Balik Masih Terjadi, Padalarang Macet

KBB-Meski sudah lewat H+7, namun denyut arus balik masih tampak di Jalan Raya Padalarang, baru baru ini. Berdasarkan pantauan di lapangan, ekor antrean kendaraan dari arah timur menuju barat di dalam Kompleks Kota Baru Parahyangan memanjang hingga Simpang Purabaya.

Di antara kendaraan yang mengantre banyak dari luar Bandung, dengan pelat nomor B, F, A, S, dan T. Tak sedikit pengendara sepeda motor memilih beristirahat di taman Kota Baru Parahyangan.

Salah seorang pemudik, Tata Sasmita (42) asal Kabupaten Cianjur, kepada wartawan mengatakan, ia sengaja memilih pulang dari Cikoneng, Kabupaten Ciamis selepas H+7, dengan harapan lalu lintas bebas dari kemacetan. Namun, perjalanan pulangnya ke Cianjur tidaklah berjalan mulus karena di beberapa titik sempat terjebak kemacetan.

“Di Padalarang pun disergap macet. Mau memaksakan diri menerobos kemacetan, badan sudah mulai terasa lelah. Daripada celaka, lebih baik beristirahat di taman Kota Baru Parahyangan,” kata Tata yang mudik bersama istri dan anak bungsunya.

Tata tidak sendiri, belasan pemudik sepeda motor lainnya juga menjadikan taman perumahan elite itu sebagai tempat peristirahatan. Banyak dari mereka yang tidak sekadar meregangkan otot, tapi juga memanfaatkannya untuk tidur.

Secara terpisah, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika KBB, A. Fauzan mengatakan, kemacetan yang terjadi Selasa karena banyaknya kendaraan bermotor yang melintas di Jalan Raya Padalarang. Pencampuran antara kendaraan lokal dengan sisa kendaraan pemudik menyebabkan terjadinya kepadatan arus lalu lintas.

“Arus balik memang masih terjadi, tetapi tetap di bawah rata-rata yang terjadi pada H+1 sampai H+7. Faktor penyebab kemacetan bukan semata-mata meningkatnya kendaraan, lebih disebabkan adanya bottle neck atau penyempitan badan jalan mulai dari Simpang Purabaya,” ungkapnya.

Hal itu diperparah lagi oleh banyaknya kendaraan yang keluar masuk Simpang Purabaya. Belum lagi delman yang masuk jalan protokol. Kompleknya persoalan lalu lintas di Jalan Raya Padalarang menjadi sumber utama kemacetan.

“Tahun ini, Dishub KBB akan melakukan penataan di Simpang Purabaya, Simpang Tagog, dan Underpass Padalarang. Ketiga daerah simpang jalan ini menjadi prioritas Dishub dalam memperlancar arus lalu lintas di wilayah Padalarang,” paparnya.

Sementara itu, secara umum terjadi penurunan jumlah kendaraan pemudik di Jalan Raya Padalarang dibandingkan arus mudik pada tahun 2013. Pada tahun 2013, jumlah kendaraan yang melintasi Jalan Raya Padalarang selama arus mudik dan balik mencapai 1.507.390 unit, sedangkan tahun 2014 jumlahnya sebanyak 1.346.531 unit.

“Terjadi penurunan sekitar 4,7 persen, sementara sepeda motor sebanyak 999.733 unit, turun 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Fauzan.( Ferry/Andri

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed